Segolongan Orang yang Menunda Mengikuti Shaf Pertama

| 25/09/2010 | View Comments

menunda sholat - berjamaah.com

Ketika kita merasa malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah, bahkan, meremehkannya, tidak memperhatikan shalat di awal waktu, mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis, menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada, menunda-nunda pergi shalat Jum’at dan lebih suka barisan shalat yang paling belakang, waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling belakangan, pulang paling duluan; maka waspadalah! Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda,  “Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka.” (Abu Daud, hadits nomor 679)

Hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau menunda-nuda membayar utang puasa Ramadhan.

Mengenai maksud Allah menunda keberadaan mereka di dalam neraka adalah seperti diketahui bahwa barangsiapa yang meninggal dalam keadaan bertauhid, yaitu sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir dia berikrar dan mengucapkan dua kalimat Syahadat,  maka dia berhak berada di sisi Allah dan masuk surgaNya.

Orang tersebut sudah dapat dipastikan oleh Allah akan masuk surga, walaupun masuknya terakhir (tidak bersama-sama orang yang masuk pertama), karena dia diazab terlebih dahulu di neraka disebabkan kemaksiatan dan dosa-dosanya yang dikerjakan, yang belum bertobat dan tidak diampuni. Tetapi dia juga tidak kekal di neraka, karena didalam hatinya masih ada sebutir iman.

Adapun dalil-dalilnya sebagaimana diterangkan dalam hadis Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, yaitu:

Dari Abu Dzar r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ kemudian meninggal, maka pasti masuk surga.”

Dari Anas r.a., bahwa Nabi saw. telah bersabda, “Akan keluar dari neraka bagi orang yang mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ walaupun hanya sebesar satu butir iman di hatinya.”

Dari Abu Dzar pula, dia telah berkata bahwa sesungguhnya Nabi saw telah bersabda, “Telah datang kepadaku malaikat Jibril dan memberi kabar gembira kepadaku, bahwa barangsiapa yang meninggal diantara umatmu dalam keadaan tanpa mempersekutukan Allah, maka pasti akan masuk surga, walaupun dia berbuat zina dan mencuri.” Nabi saw. mengulangi sampai dua kali.

Banyak hadis yang menunjukkan bahwa kalimat Syahadat memberi hak untuk masuk surga dan terlindung dari neraka bagi yang mengucapkannya (mengucap Laa ilaaha illallaah). Maksudnya ialah, meskipun dia banyak berbuat dosa, dia tetap masuk surga, walaupun terakhir.

Sedangkan yang dimaksud terlindung dari neraka ialah tidak selama-lamanya di dalam neraka, tetapi diazab terlebih dahulu karena perbuatan maksiatnya. (berjamaah.com)

Wallahu ‘alam.

Related Posts with Thumbnails
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • email
  • MySpace
  • PDF
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Twitthis
  • Yahoo! Bookmarks

Tags: ,

Category: Amalan, Shaf

About the Author ()

Hudzaifah adalah sebuah nama pena. Sesungguhnya dia hanyalah seorang guru agama dan bahasa Inggris di sebuah Sekolah Dasar. Dia juga mengelola toko muslim online bernama Toko Islam Indonesia. Tulisan-tulisan Hudzaifah, terutama sekali terjemahan-terjemahanya, sudah banyak diterbitkan oleh berbagai situs muslim. Dedikasinya adalah terhadap pendidikan dan shalat berjamaah di masjid.
blog comments powered by Disqus